TUBIR GADUH MANDARIN
“Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Bokep Colmek Jantungku berdebar kencang. Dia hanya memberikan Kho Ping Hoo
untukku. Tempat tidurku terdengar berderak. Dan
untungnya, Kak Tina itu kalau tidur seperti orang pingsan. Tekanan dada Kak Tina, beradu dengan tekanan punggungku. Sampai
saat ini masih kuingat. Membolak-baliknya. Aku
pun menurut. Kak Tina mengambil novelnya, hendak menyimpannya di
dalam lemari. Aku tetap memegang
dadanya, sampai aku tertidur dengan damai. Tiba-tiba terdengar suara sepeda yang disandarkan ke dinding. Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Kak Tina lupa menyembunyikannya. Aku baru kali ini melihat hal
seperti ini. Tangan Kak Tinapun tetap
meraba pahaku. Sensasi yang kurasakan bertambah dengan rasa takut ketahuan. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya.
