Saat Rumah Sepi, Kakak Tiri Digoyang Ganas Hingga Puas
Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Bokep Hot Sayang. Tapi…”
“Sshhh… mohon jangan menolakku sekarang.”
Chie mengecup bibirku, meraih tombol lampu, membiarkan kegelapan menyelimuti kami berdua. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya. Aku dapat melihat alis matanya yang berkerut. Ini pancaran yang jauh lebih dewasa, yang membuatku merasa demikian kecil di hadapannya. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Jay menatap kerlipan lampu kota di bawah kaki kami. Aku, aku? Tapi bukan Chie. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Ironis. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan
