Cina Bercinta di Kamar Hotel
plakk..” Mbak Lina langsung menampar wajahku dua kali.Karena aku merasa tidak melakukan suatu kesalahan, aku pun mulai menangis. Bokeb please.. kenapa kamu menangis?” tanya dia sambil menghapus air mataku.“Mbak.. asl-nya donk.(***-devil) Aku 30 f jkt.. bisa nggak kamu jemput Mbak di stasiun, sekalian nyari hotel buat Mbak bisa nggak?”“Oh my god.. bikin kaget saja, gimana kabarnya Mbak?”“Baik-baik aja, eh Mbak bisa minta tolong nggak?”“Ada apa Mbak?”“Mbak sekarang ada di Jogja nih.. hiks,” katanya sambil menahan tangis.“Mbak.. kamu ini gimana, katanya mau mandi, ayo buka bajunya!” katanya sembari melucuti pakaianku, aku hanya bisa pasrah saja dengan tingkah lakunya, dia pun juga menyisakan BH dan celana dalamku saja, meski tubuhku (175 cm) lebih besar dibanding dia (kurang lebih 165 cm) aku tidak banyak berkutik.Aku bisa melihat lekuk tubuhnya yang indah dengan jelas, dadanya seukuran denganku
