Kakak Tiriku Berbisik, “Jangan Bilang Siapa-Siapa dan Diamlah”

Pak Rahmat manggut-manggut mendengar perkataan Andini.Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin udara terus menusuk tulang, Pak Rahmat mengerti jika Andini khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam itu Andini harus bisa ia gauli.Dalam kebisuan sikap Andini saat itu, Pak Rahmat kembali meraih tangan Andini dan menciumnya, Andini diam membisu, lalu Pak Rahmat memeluk Andini dan tidak ada penolakan dari Andini, Rupanya Andini saat tadi telah bangkit birahinya namun karena ingat akan statusnya maka ia menolak Pak Rahmat. Bokepindo Upaya orang tuanya ini gagal karena telah menjadi keputusan instansi pusat dan tidak dapat di batalkan.Kekhawatiran orang tua dan tunangannya sangat beralasan, karena Andini adalah masih muda dan belum mengetahui seluk beluk masyarakat desa itu, ditambah kerasnya kehidupan di desa yang terkenal dengan kebiasaan masyarakatnya yang primitif.

Kakak Tiriku Berbisik, “Jangan Bilang Siapa-Siapa dan Diamlah”