Buka pakaian dan mainin diri sendiri di kamar mandi, basah kuyup saking liar.

Kulihat di alroji swiss armyku menunjukkan pukul setengah 5 sore. Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku. Bokep Tobrut Suasana yang melow mulai membuatku melontarkan kata-kata yang bodoh kala itu.“Kalo mas Adam sayang sama saya kenapa saya disuruh pergi dari sini?” tanyanya balik. Matanya mulai berkaca-kaca dan air mata mulai menetes dari sudut matanya yang indah.“Mbak Ratih, ini tolong diterima ya” ucapku sambil menyodorkan uang.“Apa ini mas?” tanyanya diiringi isak tangis.Ruang dapur yang biasanya dihiasi tawa, kini berubah drastis, apalagi suasana haru saat itu justru menambah kedekatan hati kami.“Ini gaji terakhir mbak Ratih ditambah sedikit sebagai ucapan terima kasih saya pada mbak Ratih…” ucapku.“Ta…tapi mas…” jawabnya terbatu bata.Aku tak menjawab namun kuberanikan diri untuh meraih pergelangan tangan kanannya dan menyerahkan uang itu.

Buka pakaian dan mainin diri sendiri di kamar mandi, basah kuyup saking liar.