Goda adik tiriku saat orang tua pergi, dan dia tak kuasa menahan godaanku
Pak Edy yang dari tadi memandangiku tiba tiba berkata,“Eliza.. Bokep Arab kamu cantik sekali”.Aku tercekat, dan menunduk. “Iya pak”, jawabku dengan malas, tapi aku berusaha tetap terdengar sopan.Sebal sekali aku melihat senyuman liciknya, dan aku segera menuju ke kantin, dan memang aku jadi kehilangan mood untuk bercanda dengan Jenny ataupun Sherly, tapi aku berusaha untuk tetap menanggapi obrolan maupun canda tawa mereka.Ketika bel tanda istirahat berakhir berbunyi, aku segera berpamitan,“Sherly, Jenny, aku tinggal dulu ya. Rasanya juga tak mungkin. Aku kembali mengambil tissue agak banyak, dan menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuhku. Tapi kini mereka sudah mendapatkan tubuhku berkat bantuan wali kelasku yang bejat ini.
