Kakak Tiriku, “Kalau kau hisap kontolku, aku akan tutup mulut”

Tuhan.. Bokepindo Terus.. menirukan burung yang bercumbu. Tambah tiga hari lagi, meskipun hampir putus asa. Burung saya.. Membedaki wajah dengan berbagai ramuan menjadi rutinitas harian. Tinggalah Bapak–Ibu semang kostku ini dibantu seorang PRT dan seorang supir. Yang akan ditengok Pak Padma yang sore tadi berangkat? Lalu kalau mau tahu seperti siapa? Aku gigit dengan lembut bibirnya, sesekali aku sedot lidahnya. Kuat sekali dengan denyutan yang cepat tetapi dengan amplitudo yang rendah. Di bawah pusar ada rambut yang mula-mula jarang tetapi semakin ke bawah semakin lebat, sepeti gambaran menara “Eiffel” dengan ujung runcingnya menuju pusar..

Kakak Tiriku, “Kalau kau hisap kontolku, aku akan tutup mulut”