Menggali lebih dalam untuk pacar malasnya yang tak bergerak

Kami turun dari motor, sedikitberjalan ke arah sebuah tempat berteduh, berjalan beriringan tanpa satupunkata terucap, kepala kami terlalu sarat dengan apa yang baru saja kamilakukan. Singkat cerita, kayaknya kok tidak nyaman kissing di ruang tamu,lalu kita sepakat untuk jalan-jalan saja.Tepat pukul sepuluh, setelah sedikit berbasa-basi dengan mamanya, kita pergimenuju ke pinggiran kota. Bokepindo Kudorong tubuhnya ke arah tembok agar tak terlalu berat menyangga beban berat tubuhnya yang disesaki berahi itu. O iya, si Enno tinggal berduadengan mamahnya (dia panggil ibunya ’emak’)Tak lama kemudian Enno selesai mandi, mamahnya masuk ke ruang tengah. Kutemukandua gundukan indah yang lebih ranum dari Merapi yang usianya sudah seumurbumi. Ya, soreitu kami melepaskan keperawanan kami berdua. Desahan nafas kamisama-sama memburu bagaikan bernyanyi dengan alam Kedung Kayang yang angkerkeindahannya. Maklum mendung dan gerimis. Sementaramenunggu Enno mandi, aku ngobrol dengan mamanya.

Menggali lebih dalam untuk pacar malasnya yang tak bergerak